Umar bin Abdul Aziz, salah seorang khalifah Bani Umayyah, meninggalkan sebelas anak dan masing-masing anak mendapat warisan hanya tiga perempat dinar. Saat menjelang kematiannya, ia berkata kepada mereka, Aku tidak mempunyai harta yang dapat aku wariskan.Sementara itu, Hisyam bin Abdul Malik, salah seorang khalifah Bani Umayyah berikutnya, meninggalkan sebelas anak dan masing-masing anak mendapat warisan satu juta dinar.
Di kemudian hari, ternyata tidak ada satu pun dari anak-anak Umar bin Abdul Aziz, kecuali mereka kaya. Bahkan salah seorang anaknya, sanggup menyediakan biaya dari harta pribadinya untuk seratus ribu pasukan berkuda sekaligus dengan kudanya dalam perang fi sabilillah. Sementara tidak seorang pun diantara anak-anak Hasyim bin Abdul Malik, kecuali mereka jatuh miskin.
Memang kita harus bijaksana dalam menyikapi kisah di atas. Ketaqwaan atau kemuliaan tidak ditentukan banyaknya (atau sedikitnya) harta seseorang. Sayangnya di buku ini tidak dijelaskan sepak terjang mereka, khususnya bagaimana anak-anak Hasyim bin Abdul Malik sampai bisa jatuh miskin, dan bagaimana anak-anak Umar bin Abdul Azis mendapatkan kekayaannya.
Anyway…
Bukankah Umar bin Abdul Aziz berkata, Aku tidak mempunyai harta yang dapat aku wariskan. ? With all due respect, darimana masing-masing anaknya mendapat tiga perempat dinar?
Aya aya wae…
Related posts:
- Jika Memaafkan, Maka Tidak Ada yang Dapat Menandingi Anda
- Karamah Saad bin Abi Waqash
- Perempuan Ini Benar dan Lak-Laki Itu Salah
- Anda Punya Kehebatan?
- Tidak Ada yang Lebih Baik Daripada Manusia
- Segeralah Memenuhi Hajat
- Karamah Khubaib bin Adi dan Sahabatnya
- Siapa Membeli Kucing Ini?
- Jangan Berbuka Puasa dengan yang Manis
- Dia Saudara Perempuanku, Menghidupkan Malam Seluruhnya
Minds are like parachutes. Just because you’ve lost yours doesn’t mean you can borrow mine.
—
Entries (RSS)