Archive for the “Puasa” Category

Jangan langsung berbuka puasa dengan makanan berkalori tinggi seperti kolak, cendol, nasi dan lauk pauknya. Makanan berkalori tinggi adalah makanan yang menguras banyak energi untuk menguraikannya menjadi sumber tenaga. Setelah berpuasa sepanjang hari, laju metabolisme sedang berada pada titik yang cukup rendah. Itu adalah proses alami penghematan energi pada tubuh setiap kali dipuasakan dari makanan. Pencernaan termasuk proses metabolisme yang relatif memakai banyak energi. Begitu kita mengisi perut, laju metabolisme tidak otomatis naik. Akibatnya sebagian besar makanan tidak tercerna dengan baik.

Awali buka puasa dengan makanan yang tidak membutuhkan proses pencernaan yang lama tapi bisa cepat mengembalikan energi. Gula atau makanan manis memang paling cepat memasok energi, tetapi hati-hati, energi dari gula atau karbohidrat yang diproses sifatnya instan atau sesaat. Laju metabolisme dalam otak terlalu cepat sehingga cepat pula menimbulkan rasa lesu. Hal ini disebabkan karena sebagian besar zat-zat gizi yang mengontrol metabolisme gula ke sel-sel sudah tidak ada. Karena itu dibutuhkan insulin. Tetapi pankreas (organ yang memproduksi insulin) belum bekerja dengan kemampuan penuh pada saat itu. Kita harus ingat bahwa selama puasa kita hanya mengistirahatkan fungsi pencernaan. Tetapi organ-organ itu tetap bekerja untuk detoksifikasi dalam kapasitas penuh. Jadi jangan ‘disiksa’ lagi dengan mencerna makanan yang kita tahu akan menimbulkan masalah.

Buka puasa dengan makan buah adalah yang paling baik. Untuk mencerna buah, tubuh hampir tidak membutuhkan pertolongan sistem pencernaan. Gula buah juga tidak perlu insulin. Metabolisme di otak juga stabil.

Lakukan hal yang sama untuk sahur. Awali dengan makan buah secukupnya. Sesudah itu kalau masih ada ruang di lambung boleh diisi sedikit makanan lagi. Sahur tidak perlu makan berlebihan. Makan kekenyangan justru membuat kita cepat lesu, akibat metabolisme gula dalam darah tidak stabil. Jangan lupa saat puasa laju metabolisme tubuh kita akan turun. Selain itu saat pagi hari fungsi tubuh yang paling aktif adalah pembuangan. Berarti makanan yang begitu banyak kita makan saat sahur tidak tercerna sempurna, sebagian akhirnya membusuk dan sebagian lagi terfermentasi. Makanan rusak menghasilkan gas yang menyebabkan kembung atau sakit maag dan sakit kepala.

Biasakan juga untuk selalu makan makanan baru atau yang tidak dipanaskan ulang. Tubuh kita perlu gizi, bukan makanan enak.[1] Memasak terlalu lama atau memanaskan berulang kali akan menghancurkan gizi makanan. Makanan tidak bergizi akan sering menimbulkan lapar. Karena itu setiap kali masak, lakukan secukupnya saja.

Sebaiknya tidak minum suplemen apapun selagi puasa, juga obat-obatan yang tidak perlu.[2] Saat puasa tubuh kita sedang giat mengeluarkan racun. Suplemen dan obat-obatan mengandung zat-zat sintetis yang pada dasarnya tetap racun bagi tubuh. Kalau karena kondisi kesehatan harus mengkonsumsi suplemen atau obat, konsultasikan dahulu dengan dokter atau ahli gisi yang menguasai terapi nutrisi.

my comment:

[1] Makanan enak tidak diperlukan oleh tubuh, tapi diperlukan oleh lidah.

[2] Ya iyalah… kalau puasa minum suplemen ya… batal… mwahahahah…

Just kidding. Aya aya wae…

Comments No Comments »

Mengapa puasa itu perlu?

  • Puasa adalah terapi pengobatan alami paling tua yang tak pernah lenyap ditelan zaman.
  • Mengurangi jumlah dan frekuensi makan menyebabkan liver/hati lebih aktif dan leluasa melakukan pembersihan atau pembuangan racun (detoksifikasi) dari dalam tubuh.
  • Dengan berkurangnya racun dalam tubuh akan meningkatkan sirkulasi oksigen dan nutrisi ke seluruh sel dan jaringan tubuh sehingga sel bisa memperbaiki diri dan meningkatkan fungsinya secara optimal.

Bagaimana terjadinya proses detoksifikasi selama puasa?

  • Secara fisik, puasa mengistirahatkan organ-organ yang berkaitan dengan percernaan termasuk lambung, usus, pankreas, empedu & liver.
  • Liver adalah organ percernaan yang aktifitas metaboliknya paling tinggi. Selain berfungsi sebagai gudang penyimpanan dan distributor zat-zat makanan yang di perlukan sel-sel tubuh kita, liver juga mengendalikan keluar masuknya racun pada tubuh kita.
  • Secara bertahap dengan berkurangnya kalori saat berpuasa, liver akan mengubah glikogen (cadangan energi dari karbohidrat yang disimpan oleh hati) menjadi glukosa dan energi.
  • Dengan berkurangnya jumlah glikogen karena puasa, maka tubuh akan menggunakan protein dalam otot sebagai penghasil glukosa dan energi dengan cara mengubah protein menjadi asam-asam amino lebih dulu. Asam lemak digunakan paling akhir setelah energi dari protein mulai menipis. Seperti protein, lemak juga diubah menjadi keton sebelum menjadi energi yang dapat digunakan otak. Proses ini disebut ketosis.
  • Pada waktu puasa, ketosis merupakan adaptasi tubuh untuk mencegah kekurangan protein akibat pembakaran. Pembentukan keton baru dimulai pada hari ketiga, sehingga sebagian orang merasakan pusing.
  • Untuk melakukan penghematan energi, tubuh secara refleks mempertahankan diri dengan melakukan pengurangan beban, yaitu mulai melakukan pengurasan zat-zat bersifat racun bahkan yang sudah jauh merasuk ke dalam sel-sel tubuh yang paling dalam, dan juga ampas-ampas metabolisme seperti timbunan lemak, sel-sel aus, jaringan yang rusak, tumor dan berbagai bentuk jaringan abnormal lainnya dengan mengaktifkan organ-organ pembuangan. Proses ini disebut otolisasi, dan biasanya mulai terjadi pada hari ketiga juga. Dalam proses ini tubuh juga akan menstimulasi dan mempercepat pertumbuhan sel-sel baru, pada saat protein yang diperlukan disintesa ulang (recycle) dari sel-sel yang sudah aus. Dengan demikian kadar protein dalam darah tetap konstan dan normal selama puasa.
  • Racun-racun dan ampas metabolisme yang tidak bisa di-recycle dibuang oleh organ-organ pembuangan. Dalam proses ini, beberapa gejala pengeluaran racun dapat terlihat seperti warna urine yang lebih keruh, pengeluaran mukus atau lendir melalui hidung (ingus), tenggorokan (riak) dan berlanjut melalui usus besar.
  • Dengan berkurangnya racun dalam tubuh akan meningkatkan sirkulasi oksigen dan nutrisi ke seluruh sel dan jaringan tubuh sehingga sel bisa memperbaiki diri dan meningkatkan fungsinya secara optimal.

Dikutip dari file pdf copy-an, penulis: unknown.
Credit to those who deserve it.

My comment:

Ini sih sekedar aspek jasmaniah dari puasa. Menjadi sehat hanya sekedar efek samping dari puasa, jangan jadi niat.

Comments No Comments »

Ā© Ū²Ū°Ū°Ū¹ – Ū²Ū°Ū±Ū° Aya Aya Wae...