Archive for the “Kisah Teladan” Category

Diriwayatkan dari Al-Marwadzi ia menyapa Ahmad, “Apa kabar pagi ini?”

Ahmad menjawab, “Bagaimanakah keadaan orang yang dituntut oleh Tuhannya agar menunaikan kewajiban-kewajiban; diperintahkan oleh Nabi-Nya agar melaksanakan sunnahnya; diminta oleh dua malaikat untuk memperbaiki amal perbuatannya; sementara hawa nafsunya menyeret agar mengikuti keinginannya; iblis memintanya agar melakukan kekejian; malaikat kematian mengawasinya untuk merenggut nyawanya; dan keluarganya menuntut diberi nafkah?”

Comments No Comments »

Hasan al-Basri mempunyai tetangga Nasrani, yang tinggal di lantai atas. Kamar kecil tetangganya ini berlubang sehingga air seninya menetes ke rumah Hasal Al-Basri. Hasan al-Basri meletakkan sebuah bejana untuk menampungnya dan setelah terkumpul ia bawa keluar di malam hari untuk dibuang. Demikian yang terjadi selama dua puluh tahun.

Suatu hari Hasan al-Basri jatuh sakit, lalu tetangga Nasrani itu menjenguknya dan melihat bejana yang ditempatkan untuk menampung tetesan air seninya itu. Ia kemudian bertanya, “Sejak berapa lama Anda mengalami penderitaan dariku ini?” Hasan al-Basri menjawab, “Dua puluh tahun lalu.” Mendengar ini, tetangga Nasrani ini melepas ikat Zunar-nya (pengikat di perut orang Nasrani) dan masuk Islam.

1001 Kisah Teladan
Oleh Hani Al-Haj
Diterjemahkan oleh Mustholah Maufur, MA
Penerbit Pustaka Al-Kautsar

Ah.. really… 20 years? Sekedar penasaran, apa yang terjadi setelah itu… tetep netes barangkali… ngga jelas yah…

Comments No Comments »

Ibnu Abi az-Zinnad menuturkan bahwa Asma binti Abu Bakar menyimpan satu gamis Rasulullah SAW. Ketika Abdullah bin Zubair terbunuh, gamis itu hilang dirampas. Asma berkata, Sungguh gamis itu bagiku lebih berat daripada kematian Abdullah.

Ternyata gamis itu terdapat pada seorang laki-laki penduduk Syam. Laki-laki itu berkata, Aku tidak akan mengembalikan gamis itu jika Asma tidak memohonkan ampunan untukku. Ketika disampaikan, Asma menjawab, Bagaimana aku memohonkan ampunan untuk pembunuh Abdullah? Orang-orang berkata, Kalau begitu, orang itu tidak akan mengembalikan gamis itu! Katakan kepadanya agar ia datang ke sini, kata Asma.

Orang itu lalu datan membawa gamis itu, ditemani Abdullah bin Urwah. Asma pun meminta agar gamis itu diberikan kepada Abdullah bin Urwah untuk disimpan. Asma berkata, Engkau telah memegangnya, wahai Abdullah? Abdullah bin Urwah menjawab, Yah. Asma berkata, Semoga Allah mengampunimu, wahai Abdullah.

Asma binti Abu Bakar adalah ibunda dari Abdullah bin Zubair.

Jadi, apakah Asma binti Abu Bakar mendapatkan kembali gamis tersebut?

Barangkali judul kisah ini kurang tepat, karena sesuai perkataan Asma: Gamis itu bagiku lebih berat daripada kematian Abdullah.

Comments No Comments »

© ۲۰۰۹ – ۲۰۱۰ Aya Aya Wae...